Terlupakan
Gunakanlah
kesempatan yang ada, sebelum terlupakan
Aku memiliki sebuah
ketakutan dalam diri. Ketakutan dalam diriku adalah aku tidak dapat mengingat
apapun. Sudah lama aku mengalami daya ingat yang buruk semenjak aku
menyelesaikan sekolah. Aku sering melupakan hal-hal kecil sampai hal besar.
Bahkan teman-temanku pun sering mengingatkan ketika aku lupa akan suatu hal.
Pelajaran yang aku
pelajari di bangku sekolah pun mulai terlupakan bagiku. Sehingga aku selalu
meluangkan waktu untuk mengulang kembali pelajaran itu. Hal ini aku lakukan
agar aku tidak melupakan pelajaran itu.
Bahkan
sesuatu yang baru disampaikan tidak berselang lama, aku melupakannya. Orangtuaku
pun sering memberikan candaan kepadaku bahwa aku seperti mereka yang sering
melupakan sesuatu. Semakin hari aku semakin sering melupakan banyak hal. Bahkan
pekerjaanku pun sering aku lupakan. Sehingga aku selalu memberikan catatan
ketika aku akan mengerjakan atau mempunyai planning
yang akan dikerjakan.
Seiring
berjalannya waktu, aku dan temanku pun menyadari bahwa aku adalah seorang yang
mudah melupakan sesuatu. Aku pun juga sering melupakan nama-nama temanku
meskipun tetap ingat wajah mereka. Ketika aku dikenalkan dengan orang baru pun
pasti aku akan melupakan nama itu. Aku selalu ingat wajah mereka, tapi tidak
dengan nama mereka. Oleh sebab itu, ketika aku berkenalan dengan orang baru
pasti aku akan mencoba mengajak bicara dan dekat dengannya. Hal ini aku lakukan
agar selalu ingat dengan orang itu.
Tidak
hanya itu saja, aku selalu menghubungi teman-temanku terdahulu dan teman
baruku. Aku selalu menjalin hubungan baik dan selalu menjaga komunikasi agar
berjalan dengan baik. Hal ini aku lakukan agar aku tidak melupakan orang-orang
terdekatku. Oleh karena itu, mungkin aku sangat takut kehilangan teman-teman
dan orang terdekatku jika tidak terjalin lagi komunikasi. Karena akibat dari
hal tersebut aku bisa melupakan mereka.
Mungkin
sebagian temanku berpikir aku terlalu berlebihan dengan sikapku itu, karena aku
selalu takut kehilangan mereka. Dan bahkan ada beberapa temanku pun yang
terganggu dengan percakapanku dengannya. Aku sadar akan hal itu. Tapi hanya
itulah yang dapat aku lakukan untuk menjaga ingatanku tentang mereka.
Usaha
itu selalu aku lakukan sampai akhirnya aku lelah dengan semua hal yang aku
lakukan. Aku mengetahui banyak beberapa teman yang tidak peduli dengan apa itu
arti sebuah pertemanan. Bahkan banyak yang tidak peka dan menghianatiku. Sekarang
aku sudah bertekad untuk merubah sikapku untuk tidak begitu perduli dengan arti
sebuah pertemanan. Aku mulai terbiasa tidak perduli jika aku tidak bisa
mengingat mereka kembali. Bahkan aku mengurangi untuk bersikap baik dengan
temanku. Aku hanya menjadikan mereka kenal semata tidak untuk teman sejati.
Bagiku saat ini tidak ada orang penting yang harus kuingat kecuali keluargaku.
Ketika
waktu dimana semua ingatan itu hilang mungkin aku tidak akan mengenali mereka.
Meskipun aku bertemu mereka di jalan ataupun di tempat lain, mungkin aku hanya
memandang mereka sebagai orang lain yang baru kukenal.
“Terkadang kekecewaan
yang membuat seseorang melepaskan perjuangannya. Ketika orang tersebut ingin
melupakan suatu hal yang membuat dia tidak ingin mengingatnya, maka hilang
semua ingatan itu. Oleh karena itu, ketika seseorang sedang memperjuangkan kita
untuk selalu diingat, gunakanlah kesempatan itu agar tidak terlupakan”.
*** HSC ***

Komentar
Posting Komentar