Life Story
Don’t
Judge
Jangan
men-judge seseorang sebelum menjadi penilai cerdas
Ada
beberapa perbedaan penilaian seseorang terhadap “orang lain”. Entah itu penilaian
terhadap seorang teman ataupun orang lain. Penilaian pertama seseorang terhadap
“orang lain” terkadang ada yang hanya dilakukan atas dasar penilaian secara
tidak rasional. Penilaian tersebut didasarkan atas adanya perasaan kagum atau
hal lainnya yang berkaitan dengannya terhadap “orang tersebut”. Sehingga apapun
penilaiannya terhadap “orang tersebut” akan ternilai baik dihadapannya. Semua penilaiannya
tidak didasari atas beberapa aspek yang harus ditinjau terlebih dahulu, sebelum
memutuskan apakah orang tersebut dapat dinilai baik atau tidak.
Penilaian kedua seseorang terhadap “orang
lain” ada juga yang didasari atas penilaian secara rasional. Mereka biasanya
menilai seseorang dengan melakukan beberapa aspek penilaian untuk memutuskan
apakah “seseorang tersebut” dapat dikatakan baik atau tidak. Mereka yang biasa
menilai dengan rasional cenderung tidak cepat dalam menilai seseorang. Mereka tidak
menilai atas rasa kagum atau hal lain yang pro terhadap “orang tersebut”. Ada
beberapa aspek yang perlu ditelusuri lebih lanjut. Salah satu aspeknya adalah
tindakan “orang tersebut” yang tidak dapat menempatkan posisinya pada keadaan
atau situasi kondisinya pada seseorang.
“Disaat beberapa orang
menilai “orang lain” baik, pasti ada dimana ada beberapa orang yang menilai “orang
lain” itu tidak baik. Perbedaan cara pandang maupun pemikiran seseorang dalam
menilai “orang lain” itulah yang menyebabkan seseorang dinilai baik atau
tidaknya. Oleh karena itu, sebagai seorang penilai hendaklah menjadi penilai
yang objektif serta cerdas dan tidak hanya mendengar dari lisan seseorang, tapi
bukti nyata itu harus ada dan tetap meninjau beberapa aspek”.
*** HSC ***

Komentar
Posting Komentar