Life Story
Good
People
Baik
dari hati, bukan dari penilaian seseorang
Dalam
kehidupan, mungkin sering kita temukan tipe orang baik dan tidak baik. Mungkin
banyak seseorang yang bersifat baik kepada kita. Namun tanpa kita sadari sikap
baik itu perlahan menghilang dan berubah menjadi biasa saja bahkan menjadi
tidak baik kepada kita. Tidak banyak orang yang konsisten dengan sikap baiknya
terhadap orang lain disekitarnya.
Aku
memiliki seorang teman yang sangat baik terhadapku. Bahkan saat aku tidak
meminta bantuan kepadanya, dia tetap membantuku karena melihatku seperti
kesulitan dalam suatu hal. Selain kepadaku dia pun baik kepada teman-temanku
yang lain. Dia memang lebih tua dariku, sehingga aku selalu menganggap dia
sebagai kakakku yang dapat diandalkan. Karena ketika dia melihat seseorang
terlihat susah, pasti dia akan membantu orang tersebut. Dia pun menjadi
terkenal di lingkungan sekitarku bahwa dia orang yang sangat baik.
Akan
tetapi, entah apa yang membuatnya berubah drastis menjadi seseorang yang tidak
baik. Sikapnya terhadapku pun berubah menjadi lebih acuh tak acuh saat aku
membutuhkan bantuan. Dia hanya bertanya masalahku tanpa membantuku. Selain itu
sikapnya tidak lagi ramah, melainkan lebih jutek. Sikapnya terhadap lingkungan
pun menjadi lebih tidak perduli.
Setelah
aku mencari tahu tentang perubahan dalam dirinya, penyebabnya adalah penilaian
seseorang terhadap dirinya. Ada beberapa orang yang mengatakan bahwa sikapnya
yang terlalu baik akan merugikan dirinya dan menguntungkan orang lain. Selain
itu, sifat baiknya bisa dimanfaatkan oleh orang lain. Dan ada satu penilaian,
dimana adanya kesalahpahaman tentang orang lain yang menilai dirinya menjadi
orang yang tidak baik. Penilaian orang lain yang menjadikan image dia menjadi
tidak baiklah yang menjadikan sikapnya tidak lagi baik terhadapku maupun teman
disekitarnya.
Aku
sempat berpikir, “bahkan seseorang yang sangat baik pun bisa berubah menjadi
tidak baik hanya karena kata-kata dan penilaian orang lain. Mereka lebih
mementingkan image mereka di mata orang lain, dibandingkan penilaian Sang
Pencipta terhadap sifat baik mereka.” Kalau semua orang baik melakukan hal baik
hanya untuk dinilai orang lain, “apakah masih ada seseorang yang konsisten
dengan sifat baiknya?”
Menurutku,
“Konsisten untuk tetap baik adalah hal
yang sangat luar biasa. Dasarkanlah kekonsistenan tersebut dari hati bukan dari
penilaian seseorang. Karena untuk tetap baik kita memerlukan hati yang ikhlas
tanpa mengharapkan penilaian atau balasan dari orang lain. Dengan kita merasa
ikhlas, pasti kebaikan yang kita lakukan akan kembali untuk diri kita sendiri.”
# Thanks to Tomodachi for the inspiration
*** HSC ***

Komentar
Posting Komentar