Hidden Feelings
Menyembunyikan membuat penyesalan

       Terkadang jujur dan memahami diri sendiri itu lebih sulit dibandingkan dengan menyembunyikan dan memahami orang lain. Akan tetapi, memahami kebaikan orang lain terkadang juga menyulitkan. Itulah yang terjadi padaku.

Beberapa bulan yang lalu aku membuka akun lamaku yang sudah jarang aku gunakan. Tiba-tiba ada pesan masuk dari seorang teman wanita di sekolahku dahulu. Dia menanyakan kondisiku dan kegiatanku sekarang. Aku pun segera membalasnya, kami pun akhirnya memulai percakapan yang sangat panjang. Saat dimana dia menanyakan mengenai teman kami dahulu kepadaku. Teman itu adalah seorang pria. Dia menanyakan apakah aku masih dekat dengannya.

Aku bingung saat itu, karena tidak tahu apa yang terjadi sebenarnya. Aku pun mengatakan bahwa aku sudah lama tidak berkabar dengannya. Temanku pun berkata kepadaku, “Apakah dia tidak menyatakan perasaannya padamu?”. “Arti dari pertanyaanmu apa? Aku tidak mengerti”, jawabku. Temanku pun segera menjelaskan bahwa teman priaku dahulu memiliki perasaan suka kepadaku, sudah lama saat kami masih duduk dibangku sekolah. Dia juga menceritakan bahwa setelah kami lulus, teman priaku itu masih tetap suka kepadaku. Dia juga menceritakan bahwa teman priaku juga sempat menghubungiku setelah lulus agar komunikasi yang terputus dapat bejalan kembali.

Saat itu aku baru tersadar bahwa aku pernah mendapat pesan darinya yang awalnya menanyakan kondisiku saat itu. Teman priaku pun selalu menanyakan kegiatanku, menyemangati, membuatku tertawa disaat aku sedih, serta mengajariku saat aku bertanya sesuatu padanya. Komunikasi pun berjalan seperti biasanya. Sampai disaat komunikasi itu perlahan mulai terputus. Saat itu aku tidak menyadari kesalahanku dimana, sehingga komunikasi tersebut bisa terputus. Aku pun juga tidak memulai untuk berkomunikasi kembali dengannya setelah dia memutus komunikasi tersebut.

Setelah aku menyadari kembali komunikasiku dengannya, saat itu dia sudah pernah menyatakan perasaannya namun secara tidak langsung. Kebaikan yang dia berikan kepadaku juga merupakan tindakan rasa sukanya padaku. Tapi aku tidak menyadari hal itu. Aku berikir hal itu adalah hal yang biasa dilakukan seorang teman sebagaimana mestinya. Hal ini karena aku tidak terlalu memikirkan masalah perasaan antara pria dan wanita. Aku terlalu sibuk dengan urusan yang berhubungan dengan pendidikanku saat itu.

Saat itu aku berpikir mengapa teman priaku tidak langsung mengatakannya padaku sehingga aku dapat mengerti perasaanya. Aku memutuskan untuk bertanya pada teman wanitaku yang dekat dengannya. Dia mengungkapkan alasan teman priaku tidak mengatakannya langsung adalah karena dia seorang introvert yang tidak memiliki keberanian untuk mengungkapkannya. Selain itu, dia juga mengira akan menggangguku bila dia mengungkapkannya secara langsung.

Aku juga terlambat menyadari bahwa aku juga memiliki rasa kagum terhadapnya, namun tidak dapat mengungkapkannya pula. Sehingga komunikasi kami terputus karena satu alasan, yaitu tidak adanya keberanian untuk memulai bicara lebih dahulu. Sehingga ketidakberanian dan keterlambatan menyadari suatu hal tersebut yang membuat komunikasi kami terputus dan berakhir begitu saja.

“Kejujuran terkadang menyakitkan, akan tetapi ketidakjujuran lebih menyakitkan daripada kejujuran. Hal ini karena adanya rasa penyesalan akibat menyerah sebelum mencoba jujur apa yang kita rasakan”.

*** NN ***


Komentar

  1. Jangan lupa komentar dan sarannya setelah membaca ^^
    Anda dapat memberikan komentar dan saran berupa perkataan atau dengan memberikan point emoticon seperti ini :):):)
    Tiga emoticon tersebut menandakan penilaian sangat bagus untuk cerita tersebut ^^
    Jika anda memiliki ide cerita yang ingin saya share ke dalam blog ini, anda dapat mengirimkan ide tersebut melalui komentar blog ini atau melalui email

    hanasakurachan4@gmail.com

    Terimakasih sudah mengunjungi blog ini ^^

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Motivation Story

Life Story

Life Story