Life Story


Teman Seratus Persen
Berteman dengan seseorang itu mudah
Tetapi mencari teman seratus persen sangat sulit

            Aku memiliki banyak teman dengan berbagai karakteristik individu yang berbeda. Aku mulai memahami dan mempelajari karakteristik mereka seiring berjalannya waktu pertemanan kami. Aku pun juga mulai mencoba melakukan yang terbaik untuk teman-temanku. Akan tetapi, sampai detik ini pun aku belum menemukan teman yang bisa mengerti dan memahami tentang diriku.

            Bahkan aku juga belum menemukan teman seratus persen itu. Aku memiliki teman bekerja yang kubilang cukup dekat denganku. Dia selalu menceritakan apa yang dia alami dan terkadang meminta solusi kepadaku. Aku pun juga melakukan hal yang sama. Akan tetapi, ada suatu kejadian yang membuat rasa pertemanan yang cukup dekat tersebut menjadi jauh. Suatu hari aku merasa sangat sedih sampai memiliki perasaan ingin menhilang dari kehidupanku sekarang ini. Mentalku saat itu sedang terjatuh sampai tidak mau berbicara dengan orang lain.

            Tiba-tiba ada pesan masuk dari seorang teman kerjaku yang kuanggap dekat denganku itu. Dia sedang memiliki masalah dan curhat kepadaku serta meminta tolong kepadaku. Masalah yang dia ceritakan dan meminta solusi adalah permasalahan yang sudah pernah dia ceritakan dan sudah pernah aku berikan solusinya. Namun dia terus bercerita lagi, disaat aku sudah berbicara padanya dan memohon maaf bahwa sekarang ini aku tidak dapat memberikan solusi karena sedang dalam kondisi terpuruk. Aku pun juga bercerita bahwa sedang ada masalah dan ingin menghilang dari kehidupanku. Tapi dia tidak menunjukkan rasa ingin membantu dan memberi solusi terhadap masalahku. Bahkan untuk berempati terhadap keadaanku saja tidak. Dia terus melanjutkan cerita dan bahkan lebih mementingkan masalahnya daripada perasaanku saat itu. Disaat itu aku merasa sangat kesal sekaligus sedih karena seorang teman yang dekat denganku memperlakukanku seperti orang lain yang belum saling mengenal.

Aku pun juga memiliki seorang teman yang sudah aku anggap teman terbaikku sejak awal masuk sekolah hingga aku bekerja sekarang ini. Aku berpikir dia selalu ada saat senang maupun susah dan selalu mengerti diriku. Akan tetapi, ada saat dimana aku baru mengetahui bahwa dia tidak sebaik yang aku perkirakan. Disaat aku meminta pendapat kepadanya mengenai hobiku dan menjalankan bisnisku, disaat itu pula dia menjatuhkan semangat dan motivasiku untuk maju. Saat itu juga aku merasa sangat kaget sekaligus tidak percaya bahwa perkataan itu akan terucap dari teman baikku. Perkataan tersebut lebih menyakitkan dibandingkan saat seorang musuhmu mengatakan hal itu.

            Sejak saat itu aku lebih protektif lagi mencari teman maupun menjalin pertemanan. Aku juga menjadi sedikit trauma dengan pertemanan. Aku merasa tidak ada teman seratus persen di dunia ini. Sehingga sekarang ini aku tidak memberikan kepercayaanku seratus persen kepada siapapun termasuk teman yang aku anggap teman dekatku. Aku juga membiasakan untuk tidak bergantung kepada temanku, sehingga aku biasa melakukan dan menyelesaikannya sendiri. Mungkin kejadian-kejadian tersebutlah yang membuat kepercayaan dan sikapku seperti ini. Kepercayaan terhadap seseorang berkurang dan terbiasa sendiri.

“Menurutku teman seratus persen adalah teman seutuhnya. Selalu ada saat senang maupun susah, selalu mengerti tanpa harus diberi pengertian, mengetahui perasaan kita tanpa harus diberitahu, dan saling mengenal karakteristik satu sama lain. Mencari teman memang sangatlah mudah, tetapi mencari “Teman Seratus Persen” dan mempertahankan pertemanan hingga waktu yang lama sangatlah sulit.”


*** NN ***

Komentar

  1. Jangan lupa komentar dan sarannya setelah membaca ^^
    Anda dapat memberikan komentar dan saran berupa perkataan atau dengan memberikan point emoticon seperti ini :):):)
    Tiga emoticon tersebut menandakan penilaian sangat bagus untuk cerita tersebut ^^
    Jika anda memiliki ide cerita yang ingin saya share ke dalam blog ini, anda dapat mengirimkan ide tersebut melalui komentar blog ini atau melalui email

    hanasakurachan4@gmail.com

    Terimakasih sudah mengunjungi blog ini ^^

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Motivation Story

Life Story

Life Story