Life Story
Give
Up
“Menyerah”
sama dengan “Mencoba Melepaskan”
Menyerah mungkin bukan
kata yang tepat untuk seseorang yang selalu pantang menyerah dan semangat. Akan
tetapi, jika seseorang itu sudah merasa jenuh dengan semua yang telah dia
perjuangkan namun tidak dihargai dan yang diperjuangkan tidak menyadari itu,
mungkin itu menjadi alasan untuk “menyerah”.
Aku
memiliki seorang teman yang sangat bersemangat dan pantang menyerah dalam hal
apapun. Suatu ketika dia mendapatkan banyak tuntutan dan dia bekerja keras
untuk hal itu. Akan tetapi, ketika dia telah menyelesaikan dengan kerja keras
yang telah dia lakukan, kerja keras itu tidak dihargai sedikitpun. Situasi ini
membuat dia kesal dan mengeluarkan kata “menyerah”.
Selain itu, dia memiliki seseorang
yang dia sukai namun seseorang tersebut tidak pernah menyadari akan hal itu. Dia
selalu membantu orang tersebut. Percakapan pun selalu dia yang mulai terlebih
dahulu, dengan tujuan agar tidak terputus komunikasi antara mereka. Akan tetapi,
tidak ada sikap dari orang tersebut yang memperlihatkan kepeduliannya kepada
temanku itu. Bahkan dia selalu berjuang untuk selalu menyenangkan dan membantu
orang tersebut. Dia juga selalu mengkhawatirkan seseorang itu ketika orang
tersebut mendapat masalah dan selalu membantu memberikan solusinya. Bahkan saat
dia merasa marah dengan orang tersebut, dia mencoba menahannya sampai terkadang
dia menangis. Kejadian tersebut tidak hanya terjadi satu kali, tapi berulang
kali. Akan tetapi, orang tersebut belum juga menyadari kerja keras temanku
sampai sekarang ini. Alasan inilah yang menyebabkan dia mengatakan kata “menyerah”.
“Kata
“Menyerah” tidak selamanya digunakan
untuk sesuatu yang lemah ataupun putus asa. Terkadang “Menyerah” sama dengan “Mencoba
Melepaskan”. Sehingga ungkapan “Menyerah”
itu sendiri menyadari kita untuk tidak selalu bekerja keras ataupun berjuang untuk
apa yang tidak seharusnya diperjuangkan”.
*** NN ***

Komentar
Posting Komentar