Motivation Story

Entrepreneur

Kamu yang mengatur waktu, bukan waktu yang mengaturmu

Saat ini aku merasa apa yang aku cari telah aku temukan setelah aku berhenti dari seorang pekerja di salah satu perusahaan. Sebelumnya aku adalah seorang pekerja di salah satu perusahaan di Jakarta. Selama bekerja aku tidak punya waktu untuk berlibur ataupun melakukan hal yang ingin aku kerjakan. Semuanya sudah terikat oleh jam kerja. Aku pun memiliki atasan yang selalu memberikan tekanan terhadap bawahannya. Banyak rekan kerjaku yang berhenti karena atasanku itu. Selain itu dalam dunia kerja sekarang ini, usia menjadi batasan di dalamnya. Setelah berusia lanjut kita akan dipensiunkan sehingga tidak dapat bekerja lagi.

Sekarang ini pekerjaanku adalah sebagai enterpreneur. Awalnya aku memulai membuka usaha secara kecil-kecilan. Hal ini aku lakukan karena belum memiliki pengalaman berbisnis. Sehingga aku memulai usaha pertamaku untuk mencari pengalaman. Aku tidak mengambil keuntungan banyak dari usaha pertamaku itu.

Dari usaha pertamaku itu, aku mengalami kerugian secara materi, fisik, maupun waktu. Aku sempat berpikir untuk mengakhiri usahaku. Tapi aku berpikir kembali bahwa aku telah membangun usahaku dari awal. Aku sudah bersusah payah membangun usahaku itu. Aku juga ingat dengan pesan dari pengajar di sekolahku dulu, bahwa seorang enterpreneur tidak boleh takut dengan kata rugi.

Aku berpikir mungkin baru awal aku memulai, sehingga aku belum mengetahui dunia bisnis. Dari hal ini aku belajar sedikit demi sedikit. Aku belajar dari manajemen keuangan untuk sebuah usaha, bagaimana keadaan peluang usaha dipasaran, sampai memantau langsung produk yang akan dipasarkan. Aku pun turut berkontribusi mencari distributor untuk keperluan usahaku.

Seiring berjalannya waktu, aku mulai memahami sedikit demi sedikit dunia bisnis. Sekarang usahaku sudah berkembang pesat. Aku pun memiliki usaha lain selain usaha pertamaku itu. Sekarang ini aku lebih memiliki waktu untuk berlibur dan bersama dengan keluarga. Aku pun memiliki waktu yang tidak terikat oleh jam kerja yang dibuat oleh orang lain. Aku pun tidak memiliki atasan yang menuntut sebuah kewajiban bawahannya. Aku pun juga masih bisa bekerja semampuku. Tidak ada batas usia yang menghalangi jika aku masih mau bekerja.

            Aku merasa setelah aku menjadi seorang enterpreneur telah menemukan apa yang tidak aku temukan sebelumnya saat aku masih bekerja. Khususnya aku menemukan kebebasan waktu di dalam enterpreneur.

            Jika seorang pekerja ada batas usia, maka enterpreneur selamanya.
            Jika seorang pekerja diatur, maka enterpreneur yang mengatur.

Jika seorang pekerja dikendalikan oleh waktu kerja, maka enterpreneur yang mengendalikan waktu kerja.

*** NN ***

Komentar

  1. Jangan lupa komentar dan sarannya setelah membaca ^^
    Anda dapat memberikan komentar dan saran berupa perkataan atau dengan memberikan point emoticon seperti ini :):):)
    Tiga emoticon tersebut menandakan penilaian sangat bagus untuk cerita tersebut ^^
    Jika anda memiliki ide cerita yang ingin saya share ke dalam blog ini, anda dapat mengirimkan ide tersebut melalui komentar blog ini atau melalui email

    hanasakurachan4@gmail.com

    Terimakasih sudah mengunjungi blog ini ^^

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Motivation Story

Life Story

Life Story