Motivation Story
Happiness
of Self
Learn
to make happiness
Aku
memiliki kisah kebahagiaan yang berbeda dari kedua temanku. Sebenarnya,
perbedaan kebahagiaan tersebut berbeda dari sudut pandang masing-masing
individu. Temanku yang pertama memandang kebahagiaan dari apa yang harus dia
dapatkan. Terutama dalam hal materi yang diperlukan untuk kehidupannya.
Temanku
selalu mengeluh dan dia selalu mengatakan bahwa dia kurang bahagia untuk
keadaannya sekarang ini. Dia menceritakan bahwa belum memiliki mobil dan belum
bisa pergi ke luar negeri seperti teman-teman kantornya. Dia mengeluh karena
dengan gaji yang sama dengan teman-temannya dia belum bisa memiliki itu semua.
Dia menyalahkan keluarganya, bahwa dia harus menanggung keluarganya dengan gaji
yang dia dapatkan. Dia merasa hidupnya paling menyedihkan dibandingkan dengan
teman kantornya. Sehingga dia merasa kurang bahagia dengan keadaan sekarang
ini.
Temanku
yang kedua memiliki kehidupan yang kurang dari segi materi dibandingkan temanku
yang pertama. Tapi entah bagaimana dia selalu merasa bahagia. Dia sudah
diberhentikan dari pekerjaannya, namun dia tetap merasa bahagia dengan apa yang
terjadi sekarang. Dia pernah mengatakan kepadaku bahwa dia bersyukur bahwa
dengan keadaan yang sekarang ini dia dapat menemukan teman sejati. Dia
mengatakan bahwa teman sejatilah yang selalu ada baik dalam keadaan senang
maupun susah. Kedua, dengan keadaan sekarang ini dia menjadi lebih
memperhatikan kedua orangtuanya. Dan yang terakhir adalah dia lebih banyak
belajar hal baru dan dapat melakukan banyak kegiatan yang bermanfaat. Dia juga
bersyukur karena masih banyak orang disekelilingnya yang mendukung apa yang dia
lakukan untuk masa depannya.
Dari
kedua kisah diatas terdapat perbedaan cara pandang kebahagiaan. Aku berpendapat
bahwa teman pertamaku itu lebih memandang kebahagiaan dari sisi pencapaian
materi. Selain itu, dia selalu membandingkan kehidupannya dengan orang lain
yang berada lebih darinya. Sehingga dia tidak akan pernah merasa puas dan tidak
mendapat kebahagiaan dalam dirinya. Sedangkan teman keduaku lebih memandang
kebahagiaan dari rasa bersyukur, walaupun hal itu sangat sederhana. Sehingga
apapun keadaan yang dia dapatkan akan menjadi kebahagiaan untuknya.
Ada
atau tidak kebahagiaan hidup seseorang ditentukan oleh dirinya sendiri.
Walaupun hidup seseorang cukup sulit tetapi dia tetap bersyukur, maka dia akan
mendapatkan kebahagiaan dalam dirinya. Akan tetapi ketika seseorang selalu
merasa kekurangan dan menyalahkan hidupnya, maka dia tidak akan pernah mendapat
kebahagiaan dalam dirinya.
“Kebahagian
ada karena rasa bersyukur. Dan rasa bersyukur itu datang dari diri sendiri”.

Jangan lupa komentar dan sarannya setelah membaca ^^
BalasHapusAnda dapat memberikan komentar dan saran berupa perkataan atau dengan memberikan point emoticon seperti ini :):):)
Tiga emoticon tersebut menandakan penilaian sangat bagus untuk cerita tersebut ^^
Jika anda memiliki ide cerita yang ingin saya share ke dalam blog ini, anda dapat mengirimkan ide tersebut melalui komentar blog ini atau melalui email
hanasakurachan4@gmail.com
Terimakasih sudah mengunjungi blog ini ^^