Motivation Story

Menemukan Rasa Bersyukur

Jika kamu tidak bahagia dengan hidupmu,
perbaikilah apa yang salah, dan teruslah melangkah

Aku adalah seorang wanita pekerja yang selalu menggunakan layanan kereta api menuju tempat bekerja. Perusahaan tempatku bekerja terletak di luar kota dari kota dimana aku tinggal. Hal inilah yang membuatku lebih menggunakan kereta api. Teman kerjaku selalu memberi saran kepadaku agar aku menyewa rumah untuk tempat tinggal yang letaknya tidak jauh dari tempat bekerjaku. Mereka selalu mengatakan: “kasihan badanmu itu tidak pernah diistirahatkan karena pulang pergi luar kota untuk bekerja”. Akan tetapi, aku tetap memilih untuk pulang ke rumahku sendiri walaupun jaraknya cukup jauh. Alasan pertama karena aku bisa lebih sering bertemu dengan orangtuaku dan bisa berkumpul dengan keluargaku. Alasan kedua adalah aku bisa mendapatkan pengalaman dan pesan yang sangat berharga selama di perjalanan pulang menuju rumah.

Suatu hari aku sedang merasa bosan dan kesal dengan pekerjaanku yang sekarang ini. Pikiranku semakin kacau dan aku selalu mengeluhkan pekerjaanku. Aku merasa dengan pendidikan yang aku telah terima dibangku kuliah tidak berguna dalam pekerjaan yang aku jalani sekarang. Akupun merasa pekerjaan tersebut tidak sesuai dan cukup berat bagiku.

Hari itu aku pulang cukup malam, dikarenakan pekerjaan yang sangat banyak. Dengan pikiranku yang masih kacau, aku terus berpikir dalam perjalanan pulang untuk mencari pekerjaan baru dan akan memberikan surat resign kepada perusahaan tempatku bekerja. Beberapa saat kemudian, sampailah aku pada pemberhentian stasiun terakhirku. Aku turun dengan rasa lelah dan tidak bersemangat. Saat aku menuju pintu keluar stasiun, seorang anak terjatuh dan dia langsung mengeluarkan busa dari mulutnya disertai dengan kejang. Anak tersebut jatuh tepat di depan mataku. Aku sangat terkejut dan bingung apa yang harus aku lakukan. Akhirnya aku memanggil petugas stasiun untuk membantuku memberikan pertolongan kepada anak tersebut.

Petugaspun memindahkan anak tersebut ke tempat yang lebih aman dan segera menelepon ambulance dari rumah sakit terdekat untuk menangani anak tersebut. Petugas dan beberapa orang disekitar stasiun ikut membantu dengan pertolongan sementara sambil menunggu ambulance datang. Aku melihat anak itu dengan perasaan sangat sedih. Aku baru tersadar bahwa anak tersebut menggunakan pakaian seragam sekolah dan membawa plastik berukuran besar yang didalamnya adalah tissue. Ada seorang petugas stasiun yang mengatakan kepadaku bahwa anak tersebut adalah penjual tissue yang masih bersekolah. Dia menjual tissue untuk keperluan sekolahnya, dikarenakan dia sudah tidak punya orang tua. Anak itu memang menderita suatu penyakit, akan tetapi dia tetap berjualan sepulang sekolah bahkan sampai larut malam.

Beberapa saat kemudian ambulance rumah sakit datang dan segera membawa anak tersebut ke rumah sakit untuk ditangani. Aku masih terpaku menatap anak tersebut dan tanpa sadar mengeluarkan air mata. Aku merasa kurang bersyukur dengan keadaanku yang sekarang. Aku menyadari masih banyak orang-orang yang lebih membutuhkan pekerjaan untuk bertahan hidup. Sementara aku masih mengeluh dengan keadaanku yang sekarang. Saat itulah aku sadar dan mendapatkan suatu pengalaman yang berharga dalam hidupku.


“Apapun keadaan yang kita hadapi baik susah ataupun senang kita harus selalu mensyukuri itu sebagai nikmat yang diberikan Sang Pencipta kepada kita selaku makhluk ciptaanNya”.

*** NN ***

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Motivation Story

Life Story

Life Story