Motivation Story

Motivasi Diri Sendiri

Belajarlah memotivasi dirimu sendiri

Selama dua setengah tahun aku bekerja di sebuah perusahaan konsulting. Saat ini posisiku sudah keluar dari perusahaan tersebut. Sebelumnya perusahaan menawarkanku mengenai pengangkatanku sebagai karyawan tetap di perusahaan tersebut. Akan tetapi, aku sudah berpikir berulang kali dan akhirnya memberikan jawaban untuk mengatakan tidak kepada pihak perusahaan. Sebenarnya aku sangat suka bekerja disana. Lingkungan kerja disana dapat dikatakan sangat nyaman dibandingkan tempat bekerja yang aku lihat sebelumnya. Orang-orang di lingkungan kerja sangat ramah, suka membantu, dan solidaritas. Akan tetapi, ada satu alasan yang membuat aku untuk menjawab “tidak” kepada perusahaan. Hal tersebut mengenai hati yang tidak bisa melakukan pekerjaan tersebut lagi dikarenakan ada rasa tanggungjawab kepada Sang Pencipta. Oleh karena itu, aku memberanikan diri memutuskan untuk meninggalkan pekerjaan tersebut.

Satu bulan pun berlalu, aku masih belum mendapatkan pekerjaan baru. Setiap hari aku melamar pekerjaan melalui email ataupun jasa layanan online jobseeker. Berbagai macam pekerjaan pun sudah aku lamar, sampai aku tidak memperhatikan bidang yang aku tekuni. Aku selalu mengecek email atau handphone untuk mengetahui apakah ada balasan atau panggilan dari suatu perusahaan. Akan tetapi, panggilan pekerjaan belum juga datang.

Awalnya aku masih belum merasa bosan dengan situasi sekarang dan masih berpikir positif. Akan tetapi di akhir pergantian bulan kedua dengan posisi aku masih belum mendapatkan pekerjaan aku mulai berpikir negatif. Aku berpikir apakah ini balasan karena aku tidak menerima tawaran karyawan tetap diperusahaanku waktu itu, sehingga Sang Pencipta menutup pintu rezekinya untukku. Terkadang juga terlintas dipikiranku, “aku mau meninggalkan hal tidak baik, tapi aku tidak mendapatkan apa yang baik untukku”. Keadaanku saat itu sangat buruk, aku selalu berpikiran yang tidak-tidak mengenai hidupku. Akupun juga merasa malu jika bertemu atau menunjukkan diriku di depan teman maupun tetanggaku. Aku takut jika mereka menanyakan masalah pekerjaan.

Disaat situasiku masih terpuruk, masih ada beberapa teman yang meminta pendapat maupun solusi kepadaku untuk masalah yang sedang dihadapinya. Mereka tidak tahu tentang masalahku. Aku pun selalu memberi pendapat dan juga semangat kepada mereka. Disaat itupun aku menangis karena merasa aku tidak mempunyai teman sebenarnya dimana aku bisa mengungkapkan kegelisahanku maupun meminta solusi atau semangat dari mereka. Sampai akhirnya aku tersadar, aku bisa memberikan semangat untuk seseorang tapi aku tidak bisa memberikan semangat ataupun motivasi kepada diriku sendiri. Aku menyadari bahwa diriku sendirilah yang harus diberikan motivasi untuk bangkit dari keterpurukanku saat ini. Oleh karena itu, aku mendapatkan suatu pesan yang tidak akan aku lupakan sampai kapanpun.


“Yang dapat membangkitkan atau memotivasi diri kita adalah kita sendiri, bukan oranglain”  
*** NN ***

Komentar

  1. Jangan lupa komentar dan sarannya setelah membaca ^^
    Anda dapat memberikan komentar dan saran berupa perkataan atau dengan memberikan point emoticon seperti ini :):):)
    Tiga emoticon tersebut menandakan penilaian sangat bagus untuk cerita tersebut ^^
    Jika anda memiliki ide cerita yang ingin saya share ke dalam blog ini, anda dapat mengirimkan ide tersebut melalui komentar blog ini atau melalui email

    hanasakurachan4@gmail.com

    Terimakasih sudah mengunjungi blog ini ^^

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Motivation Story

Life Story

Life Story