Motivation Story
Memberi Arti dari Sisi yang Lain
Anggaplah sesuatu yang sulit
merupakan arti dari sesuatu yang baik
Aku
adalah seorang wanita yang baru saja menyelesaikan masa kontrak kerjaku. Saat
ini pekerjaanku adalah sebagai jobseeker.
Aku sudah menjadi jobseeker selama
tiga bulan lamanya. Aku mencari pekerjaan setiap hari dan memasukkan lamaran
kerjaku ke banyak perusahaan. Kegiatanku selain menjadi jobseeker adalah membantu ibuku dalam mengurusi urusan masalah
rumah tangga.
Setiap
pagi bahkan sampai malam pun aku masih membantu ibuku. Dapat dikatakan hampir
85% kegiatanku adalah membantu ibuku. Oleh karena itu, aku selalu dekat dengan
ibuku. Akan tetapi, sudah beberapa bulan ini aku sudah mulai bosan, bingung,
dan sedih karena belum mendapat panggilan kerja. Aku berpikir mengapa nasibku
berakhir seperti ini. Padahal aku selalu bekerja keras dan berusaha.
Pikiran
sampai membuatku malas untuk berusaha dan bekerja keras kembali. Aku menjadi
seseorang yang dapat dikatakan pesimis. Aku menjadi mudah putus asa dan malas
dalam melakukan apapun yang dapat mengisi kekosongan waktuku. Padahal
kekosongan itu biasanya aku isi dengan kegiatan yang dapat mengembangkan
diriku. Aku biasa mengisi kekosongan itu
dengan belajar hal yang aku ingin pelajari dan menulis. Akan tetapi, karena hal
ini aku tidak menjalankan kegiatan tersebut.
Seiring
berjalannya waktu, aku pun berpikir sepertinya aku membuang waktuku dengan hal
yang tidak berguna. Aku membuang waktu berhargaku karena berpikir negatif
mengenai masalah yang aku alami. Aku berpikir harus mengubah cara pandangku
untuk masalahku menjadi hal baik. Sehingga aku dapat melanjutkan kegiatan baik
yang aku jalani sebelumnya.
Setelah
aku amati dan berpikir panjang bahwa aku menemukan makna dari masalahku saat
ini. Aku memaknai bahwa alasanku belum mendapat pekerjaan sampai saat ini
adalah agar aku lebih dekat dengan ibuku. Hal ini karena saat aku masih bekerja,
aku harus tinggal jauh dari orangtuaku. Sehingga saat inilah waktu yang tepat
untuk memulai kembali pendekatan dengan ibuku. Selain itu, aku juga banyak
belajar dari ibuku bagaimana mengurusi masalah rumah. Aku menyadari dengan
keluarnya aku dari sebuah pekerjaan, ternyata membuat aku dapat melakukan
banyak hal dan mempelajari banyak hal.
Satu
hal peristiwa dalam hidup kita dapat diartikan menjadi dua makna. Ketika kita
memiliki satu hal peristiwa yang kita anggap sulit, maka kita dapat beranggapan
dua hal dalam peristiwa tersebut. Pertama, kita dapat beranggapan bahwa
peristiwa tersebut memang benar-benar sulit. Kedua, peristiwa tersebut memiliki
makna yang baik didalamnya untuk kita. Ketika kita memilih pilihan pertama maka
tidak akan ada tindakan dalam diri kita untuk optimis dalam hal sulit itu. Akan
tetapi, dengan cara pandang yang kedua kita dapat mengambil tindakan optimis
terhadap peristiwa sulit itu.
“Jika kita memandang suatu
peristiwa sulit menjadi suatu peristiwa yang bermakna baik untuk diri kita,
maka sesulit apapun itu akan terasa mudah untuk kita”.
*** NN ***

Komentar
Posting Komentar